← Kembali
Kolom • 28 Sep 2026
Keutamaan Hari Jumat
Bila menilik sejarah, umat-umat terdahulu pernah gagal dalam memuliakan hari rayanya.
Hari Jumat merupakan hari raya yang dianugerahkan Allah khusus untuk umat Rasulullah ﷺ di akhir zaman ini.
Bila menilik sejarah, umat-umat terdahulu pernah gagal dalam memuliakan hari rayanya. Bahkan, ada di antara mereka yang Allah kutuk menjadi kera dan babi. Dari peristiwa itu, semestinya kaum muslimin belajar untuk lebih menunjukkan rasa hormat dan ekspresi dalam memuliakan hari Jumat.
Hari ini seharusnya menjadi hari khusus untuk ibadah, bukan sekadar diisi dengan aktivitas duniawi seperti bekerja atau belajar yang tidak ada kaitannya dengan memuliakan Jumat. Jika muslimin gagal menghormati hari raya mereka, sama saja mengulang kegagalan yang menimpa umat terdahulu.
Jumat adalah titik puncak dari aktivitas sepekan. Enam hari telah digunakan untuk mencari dunia, maka hari ketujuh ini seyogianya dipersembahkan khusus untuk Allah Ta’ala. Tidak berarti harus diliburkan, tetapi justru dimanfaatkan sebagai momentum berkumpul dalam mengagungkan syiar-syiar Allah.
Allah sendiri mengkhususkan hari Jumat. Bahkan, ada satu surat dalam Al-Qur’an yang dinamai Al-Jumu’ah, satu-satunya nama hari yang dijadikan nama surat. Hal ini menunjukkan bahwa Jumat bukanlah hari biasa, melainkan ayat dan tanda kebesaran Allah. Hanya orang yang memuliakan hari ini yang mampu memahami kedudukannya.
Kaum muslimin yang disebut dalam Al-Qur’an sebagai umat terbaik, semestinya lebih memahami kemuliaan Jumat. Maka sudah selayaknya kita meninggalkan peradaban yang meremehkan hari Jumat dan berusaha menjadikannya hari penuh kemuliaan. Umat terdahulu telah gagal memuliakan hari rayanya—apakah kita akan mengulangi kegagalan yang sama?
Memahami keutamaan Jumat adalah pelajaran dasar untuk meraih keberkahan di sisi Allah Ta’ala. Manusia, sebagai kumpulan hari-hari, tidak pernah lepas dari kesalahan setiap harinya. Maka Jumat hadir sebagai kesempatan untuk memperbaiki kesalahan itu.
Sungguh aneh bila ada kaum muslimin yang tidak memuliakan hari Jumat, malah mengisinya dengan tarian atau nyanyian. Bukankah masih ada enam hari lainnya untuk hiburan semacam itu?
Tags: Hari, jumat, keutamaan